Home Research PapersBAB a. Data Encryption Standard (DES) DES adalah block

BAB a. Data Encryption Standard (DES) DES adalah block

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

      I.        
Latar Belakang

Kriptografi
adalah proses penyembunyian informasi. Seperti halnya disaat kita melakukan
pengiriman pesan melalui e-mail ataupun
SMS maka disinilah kriptograf sangat berperan penting. Kriptografi adalah ilmu
menerapkan matematika untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Hal tersenut
memunkinkan untuk menyimpan informasi sensitif atau mengirimkan data pada
jaringan yang tidak aman (seperti Internet) sehingga tidak dapat dibaca atau
diketahui oleh siapapun kecuali si penerima.

Dimana
dalam kriptografi terdapat sistem atau produk yang menyediakan enkripsi dan
dekripsi. Enkripsi adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca
(palintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Sedangkan
dekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi, dimana proses ini akan mengubah
(ciphertext) menjadi (palintext) dengan menggunakan algoritma ‘pembalik’ an key yang sama.

Dalam
kriptografi, block cipher adalah
penyandian kunci simetris. Block cipher adalah
metode enkripsi data (untuk menghasilkan teks cipher) dimana kunci kriptografi
dan algoritma yang diterapkan pada blok data (misalnya, 64 bit) sekaligus
sebagai blok dari satu bit pada suatu waktu.

Ketika
proses enkripsi, block cipher mengambil
misalnya 128 bit blok plaintext sebagai
masukkkan, dan output yang sesuai 128 bit blok ciphertext . Transformasi dengan tepat dikendalikan menggunakan
input kedua (kunci rahasia). Proses dekripsi hampir mirip yaitu algoritma
dekripsi mengambil , dalam contoh ini, blok 128 bit teks cipher  bersama dengan kunci
rahasia, dan menghasilkan 128 bit blok plaintext
asli.

Makalah
ini menyajikan hasil analisa dan perbandingan mengenai proses skema enkripsi Data Encryption Standard (DES) dan Advanced Encrytio0n Standard(AES).

 

 

 

 

BAB II

Landasan Teori

i)      Penelitian
Terdahulu

“Analysis and
Comparasion between AES and DES Cryptographic Algorithm” yang ditulis oleh
Shraddha Soni, Himani Agrawal, dan Dr. (Mrs) Monisha Sharma.

ii)    Teori
terkait Block Cipher

Sebuah desain blok cipher yang sangat berpengaruh dalam kemajuan kriptografi modern Data Encryption Standard (DES, sebuah
metode untuk mengenkripsi informasi). The
National Institute of Standards and Technology (NIST) adalah badan federal
yang menyetujui Data Encryption Standard (DES)
algoritma block cipher pertama
diciptakan pada pertengahan 1970-an. Awalnya kontroversi muncul dari desain
elemen rahasia, panjang kunci yang relatif singkat dari desain blok cipher kunci simetris, dan keterlibatan
NSA, timbul kecurigaan tentang backdoor.
DES sekarang dianggap tidak aman pada banyak aplikasi. Hal ini terutama karena
ukuran kunci 56-bit yang terlalu kecil; pada bulan Januari 1999,
distributed.net dan Electronic Frontier
Foundation bekerjasama untuk publik memecahkan kunci DES dalam 22 jam dan
15 menit. Ada juga beberapa hasil analisis yang menunjukkan kelemahan teoritis
dalam cipher, meskipun mereka tidak
layak untuk membuka dalam praktek. Algoritma secara praktis diyakini tetap aman
dalam bentuk Triple DES, meskipun
terdapat serangan secara teoritis. Dalam beberapa tahun terakhir, penyandian
telah digantikan oleh Advanced Encryption
Standard (AES).

a.     Data
Encryption Standard (DES)

DES adalah block cipher, dengan ukuran blok 64 bit dan kunci 56 bit. DES
terdiri dari 16 putaran (round) substitusi dan permutasi. Dalam setiap putaran,
data dan bit kunci bergeser, dipermutasikan, XOR, dan dikirim melalui, 8 S-Box,
satu set tabel lookup yang penting
bagi algoritma DES. Proses dekripsi pada dasarnya sama, dilakukan secara
terbalik.

b.     Advanced
Encryption Standard (AES)

AES menggunakan 10, 12, atau 14 putaran
(round). Ukuran kunci yaitu 128, 192, atau 256 bit tergantung pada jumlah
putaran. AES menggunkan beberapa putaran dimana setiap putaran terdiri atas
beberapa tahap. Untuk memberikan keamanan AES menggunakan beberapa jenis
tranformasi. Permutasi substitusi, (mix) pencampuran dan penambahan kunci di
setiap putaran AES kecuali yang terakhir menggunkaan empat transformasi.

 

 

 

 BAB
IV

Hasil
dan Pembahasan

 

Berdasarkan
hasil dari proses panjang yang telah dilakukan maka di dapatkan hasil yang
sedemikian rupa dan dapat kita olah sebagai berikut :

Dengan
menggunakan Microsoft Excel kita dapat mengolah data hasil dari enkripsi dan
dekripsi baik menggunakan skema DES maupun AES dengan cara mencari hasil
korelasi nya, apabila hasilnya mendekati 1 maka metode tersebut dapat dikatakan
paling tepat untuk digunakan dalam proses dekripsi dan dekripsi dalam
kriptografi.

DES

Rata-rata korelasi
DES =

                                      = 0,356227

            AES

Rata-rata korelasi AES =

                                    = 0,227004

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

Kesimpulan

 

            Dari hasil yang sudah didapatkan dari proses yang telah
dilakukan, dan menghitung pula korelasinya maka dapat disimpulkan bahwa skema DES
paling efektif digunakan dalam penyandian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Acuan

https://sites.google.com/site/riksongultom/analisis-perbandingan-antara-algoritma-kriptografi-aes-dan-des

 

x

Hi!
I'm Alfred!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out